| Keterangan: | KARNA MINERALS Consulting ( KMC) bergerak di bidang mining consultant yang melayani mining data processing mulai dari mineral logam, batubara, hingga bahan galian industri. Selain itu PT. KMC juga melayani pengolahan data untuk rekayasa geoteknik baik di bidang pertambangan maupun sipil
Pada dasarnya perusahaan dibentuk oleh beberapa praktisi dan ahli tambang yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda. Adapun para profesional ini dengan keahlian yang beraneka ragam, mulai dari Manajemen, Keuangan, Hukum, Pertambangan, Geologi, IT, Sipil, Perminyakan sampai dengan Kehutanan berkeinginan untuk menghimpun kekuatan bersama demi tercapainya tujuan bersama agar dapat eksis di dunia pertambangan khususnya batu bara.
Jasa Konsultasi
1. Perencanaan eksplorasi
2. Pelatihan manajemen basis data dan pengolahan data tambang
3. Pemodelan geologi dan estimasi sumberdaya serta due diligent
4. Perencanaan dan perancangan tambang ( Pit Limit Design, Scheduling, Mine
Strategy)
5. Studi rancangan geoteknik
6. Penyusunan Feasibility Study
Konsultant Explorasi dan Pertambangan
KMC juga melayani jasa konsultant Explorasi dan Pertambangan, diantaranya;
1. Assistensi Pada Explorasi Mineral dan Batubara. Bertujuan untuk mengoptimalkan eksplorasi dan data-data yang dihasilkan valid.
2. Perhitungan Sumberdaya dan Cadangan Melayani perhitungan Sumberdaya dan Cadangan Mineral maupun Batubara.
3. Desain Penambangan Pembuatan desain penambangan, desain jalan tambang, desain produksi, etc.
4. Scheduling Penambangan Pendjadwalan penambangan dari awal penambangan hingga ahir penambangan.
5. Kajian Geoteknik Kajian geoteknik untuk kebutuhan penambangan.
PMIU ( PROJECT MANAGEMENT IMPLEMENTATION UNIT)
Seiring dengan banyaknya permintaan dan pencarian akan lahan potensial untuk dijadikan tambang MINERALS dan Batu bara dan banyaknya kegagalan yang diderita karena kurangnya “ Due Dilligence” dalam melakukan kegiatan tersebut, maka kami memberikan solusi dengan menciptakan PMIU.
Pada kenyataannya sering sekali investor terperdaya setelah menghabiskan sedemikian banyak waktu dan biaya dalam mendapatkan suatu lahan akan tetapi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Misalnya saja lahan yang sudah diakuisisi ternyata cadangan batu baranya tidak sesuai dengan perkiraan semula atau ternyata lahan tersebut bermasalah dengan masayarakat ataupun dengan pemerintah setempat.
Karena dalam hal pencarian lahan ini tidak hanya dibutuhkan penilaian dan penelitian secara teknis akan tetapi juga masalah non teknis, seperti permasalahan sosio kultural dengan masyarakat, adat, LSM, Muspida dan Muspika setempat. Sehingga nantinya kegiatan penambangan yang dilakukan oleh Investor dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Oleh karena itu PMIU dibentuk sebagai suatu produk dalam pencarian dan pengembangan tambang baru yang ditawarkan kepada para investor yang berminat terjun dalam bidang pertambangan batu bara dengan mengutamakan keamanan investasi dan menguntungkan.
Dalam industri pertambangan di Indonesia, banyak terdapat permasalahan kompleks baik teknis dan non-teknis, yang sangat mempengaruhi operasional pertambangan dan kelangsungannya di masa depan. Oleh karena itu sangat diperlukan penilaian menyeluruh ( comprehensive assesment) terhadap obyek tambang sebelum kegiatan pertambangan dilakukan.
PMIU dirancang agar investor pertambangan dapat menetapkan lokasi tambang yang cocok dengan kebutuhan investor dan iklim investasi yang aman dan ekonomis. Oleh karena itu proses pra-kualifikasi lahan tambang dilakukan berdasaran ‘ scoring system’ atas beberapa faktor penting dalam industri pertambangan, antara lain seperti faktor legalitas, potensi bahan tambang/ faktor geologis dan juga faktor sosial.
Sedangkan PMS ( Project Management Supervision) adalah produk konsultan yang merupakan kelanjutan dari segment PMIU yang telah selesai dilakukan. Kegiatan pengawasan manajemen proyek pertambangan ini menitik beratkan kepada cost controling dan technical adjusment yang dilakukan sepanjang operasional proyek pertambangan berlangsung. Pengawasan perlu dilakukan agar tujuan investasi yang efektif dan efisien dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya.
RUANG LINGKUP PEKERJAAN PMIU
Dalam PMIU telah dirancang dengan perencanaan yang comprehensive dalam pencarian lahan tambang yang baru. Dimulai dengan kegiatan pra-kualifikasi lahan yang sesuai dengan target atau arahan yang diinginkan investor, misalnya lokasi lahan, jarak hauling, spesifikasi dan kalori batu bara, kepemilikan dan izin KP, besarnya pelabuhan, dan sebagainya.
Setelah KMC menentukan beberapa kandidat lahan potensial sesuai hasil survey maka akan dibuat Scoring System dengan mengacu kepada kriteria yang akan dinilai mulai dari aspek teknis sampai aspek non teklnis.
Adapun pekerjaan yang dilakukan antara lain: general survey, detail geological survey, survey aspek legalitas ke Dinas Pertambangan setempat atau Pusat, verifikasi aspek legalitas di Pemerintah setempat, peninjauan langsung ke masyarakat dan adat setempat, dan lain-lain.
Pihak Konsultan akan membuat penilaian seobyektif mungkin dalam menampilkan kandidat lahan-lahan tambang yang terbaik untuk diberikan langsung kepada Investor berbentuk laporan komplit agar dapat dipilih lahan potensial mana yang akan dipilih.
Laporan PMIU ini dapat dipertanggung jawabkan secara profesional sehingga kami yakin dengan hasil penelitian ini maka Investor dapat dengan aman untuk melakukan investasi di lahan yang dipilih.
Dalam mengoperasikan kegiatan explorasi pertambangan batubara, kami selalu mengutamakan “ Good mining practice” yaitu tata cara pertambangan yang benar dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Pertambangan dan Sumber Daya Mineral No. 555 dan peraturan Lingkungan Hidup yang berlaku.
Dalam operasi kegiatan pertambangan, Perusahaan kami dipimpin oleh tenaga ahli yang profesional yang bersertifikat resmi serta berpengalaman di bidangnya. Ditambah dengan tenaga supervisi dan engineering yang sudah teruji serta didukung oleh tenaga-tenaga operator yang berpengalaman dan handal. Sehingga diharapkan target produksi serta efisiensi pelaksanaan penambangan dapat tercipta demi tercapainya tujuan dan sasaran perusahaan. |